JAKARTA - Pembatalan penerapan Kurikulum 2013 dianggap sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, belum semua guru memahami substansi kurikulum tersebut.
Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Soedijarto menyebut, secara teori, kurikulum 2013 sudah sangat bagus. "Tetapi kalau guru belum memahami dan belum siap menerapkannya, maka tidak akan ada maknanya," ujar Soedijarto ketika berbincang dengan Okezone, Senin (8/12/2014).
Selain kesiapan guru, Soedijarto juga menyinggung kurangnya ketersediaan fasilitas pendidikan seperti laboratorium dan lapangan olahraga di sekolah-sekolah Tanah Air. Padahal, kelengkapan fasilitas akan mendukung penerapan sebuah kurikulum pendidikan
Pemerintah, kara Soedijarto, perlu mempelajari syarat pelaksanaan pendidikan seperti diamanahkan undang-undang. Jika semua syaratnya sudah dipenuhi, seperti menyediakan semua fasilitas pendidikan di sekolah, baru kemudian memberlakukan suatu kurikulum yang dianggap ideal.
"Pasalnya, kurikulum 2013 ini sangat mahal. Sekolah tidak akan berhasil menerapkannya tanpa didukung laboratorium untuk pelajaran sains atau lapangan olahraga untuk mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan," imbuh mantan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud era 1970-an itu.
Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan memutuskan menghentikan penerapan Kurikulum 2013 di sekolah yang baru memakainya selama satu semester. Namun, bagi sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester bisa terus memakainya.
sumber:http://news.okezone.com/read/2014/12/08/65/1076076/pembatalan-kurikulum-2013-sudah-tepat
sumber:http://news.okezone.com/read/2014/12/08/65/1076076/pembatalan-kurikulum-2013-sudah-tepat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar